Posts in Category: Tech

Mengenal eSIM, Standar Baru Kartu SIM di Masa Depan

Baru-baru ini, beberapa informasi mengenai iPhone 15 mulai beredar ke publik. Salah satunya menyebutkan bahwa perangkat baru dari Apple tersebut tidak akan dibekali dengan slot kartu SIM. Inovasi ini disebut-sebut merupakan salah satu langkah Apple untuk memunculkan perangkat tanpa port (portless). Sebagai gantinya, perangkat tersebut akan hadir dengan teknologi eSIM. Lalu apakah eSIM itu?

eSIM (embedded SIM Card) sendiri merupakan teknologi terbaru dari Subscriber Identification Module (SIM) atau yang biasa disebut sebagai kartu SIM. Kartu SIM ini memiliki tiga macam ukuran, yaitu Nano, Mikro, dan ukuran standar. Sementara, eSIM tidak berwujud fisik seperti kartu SIM biasa. eSIM tertanam pada motherboard ponsel dan diaktifkan dengan cara memindai barcode. 

Teknologi ini tentunya memberikan banyak keuntungan. Salah satunya adalah proses penggantian nomor atau SIM menjadi lebih praktis, tanpa perlu melakukan bongkar pasang terhadap kartu SIM fisik. Begitupun jika pengguna ingin mengganti jaringan karena bepergian ke luar negeri. Pengguna tidak perlu menukar kartu SIM karena eSIM memiliki kemampuan untuk menyimpan banyak profil jaringan dan menggunakannya.

eSIM juga memiliki dukungan telco-netral. Hal ini memungkinkan penggunanya untuk mengganti status eSIM dari prabayar ke pascabayar maupun sebaliknya.

Selain itu, karena eSIM tertanam pada motherboard, pabrikan ponsel tidak perlu menyediakan slot untuk kartu SIM fisik. Hal ini dianggap mendukung inovasi sehingga desain ponsel di masa depan mungkin bisa jadi lebih tipis.

Teknologi eSIM pertama kali diperkenalkan ke publik dalam acara Mobile World Congress (WMC) pada tahun 2017 di Seminar Program GSMA. Saat itu, Thomas Haze selaku Director eSIM & Program Innovation Deutsche Telekom melakukan demonstrasi dengan memindai barcode dari kertas untuk mengaktifkan teleponnya. 

Apple juga sudah memperkenalkan teknologi ini melalui perangkat iPhone XS dan iPhone XS Max. Begitu pula dengan Google yang telah menyematkan eSIM ke Google Pixel 2 dan Google Pixel 2 XL. Google pun menegaskan akan mempermudah penggunaan eSIM di smartphone Android.

Akan tetapi, belum semua negara menawarkan dukungan eSIM. Sampai saat ini, baru ada 10 negara yang menawarkan teknologi ini, yakni Austria, Amerika Serikat, India, Jerman, Hungaria, Kanada, Kroasia, Republik Ceko, Spanyol, dan Indonesia.

Di Indonesia sendiri, dari sekian banyak provider, baru satu operator yang menyediakan layanan eSIM, yaitu Smartfren. Smartfren menyediakan layanan ini sejak 2019 untuk memenuhi kebutuhan pengguna iPhone yang tidak memiliki fitur dual SIM card. Kemudian pada 23 Oktober 2020, Smartfren juga mengumumkan eSIM bisa didapatkan secara digital, sehingga pengguna bisa mengaktifkannya tanpa perlu keluar rumah. Namun, sementara ini layanan eSIM Smartfren hanya tersedia untuk produk iPhone. Pihak Smartfren menjanjikan untuk menyediakan teknologi ini bagi ponsel Android ke depannya.

Sementara itu, Telkomsel dan Tri masih melihat perkembangan ekosistem eSIM sebelum memutuskan untuk menerapkan teknologi tersebut. 

Meski begitu, banyak analis dan pelaku industri meyakini bahwa eSIM akan menjadi standar baru kartu SIM di masa depan. Alasannya, karena pemakaian yang mudah, ramah lingkungan, serta dapat digunakan untuk perangkat pintar lainnya seperti smart watch dan smart glasses. Teknologi ini juga diharapkan akan menghubungkan lebih banyak perangkat, membuka pasar baru, serta berpotensi meningkatkan jumlah pelanggan.

Walaupun iPhone sudah menerapkan teknologi ini, Apple tetap merilis perangkat dengan dukungan kartu SIM fisik di negara-negara yang belum menyediakan layanan eSIM. Namun jika memang iPhone 15 nanti tidak akan dibekali slot kartu SIM, hal ini mungkin dapat memberi motivasi bagi operator lainnya untuk menyediakan layanan eSIM.

Dorong Percepatan Adopsi Digital di Pedesaan, XL Luncurkan Desa Digital Nusantara

Perusahaan telekomunikasi XL Axiata baru saja meluncurkan program baru yang diberi nama Desa Digital Nusantara (DDN). Program ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat desa dan komunitasnya melalui pemanfaatan teknologi digital ke seluruh elemen kehidupan di desa dalam kehidupan sehari-hari dengan harapan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat pedesaan.

Chief Corporate Affairs XL Axiata, Marwan O Baasir menyampaikan bahwa implementasi program ini sekaligus menjadi wujud dukungan XL Axiata kepada upaya pemerintah dalam percepatan adopsi digital oleh masyarakat hingga ke pelosok pedesaan. Marwan juga memastikan Program DDN akan menjadi program yang berkelanjutan.

XL Axiata bekerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten Karawang, serta dua perusahaan yaitu Google Indonesia dan Facebook Indonesia.  Peluncuran program DDN berlangsung pada Kamis, 16 Desember lalu, di Desa Tanjung Pakis, Kecamatan Pakis Jaya, Kabupaten Karawang, yang sekaligus menjadikan desa tersebut menjadi contoh lahirnya Desa Digital Nusantara. 

Alasan utama dipilihnya Desa Tanjung Pakis adalah karena besarnya potensi yang dimiliki oleh desa tersebut untuk maju di era digital, mulai dari perikanan, tambak, wisata, hingga UMKM. Namun beragam potensi itu belum dimanfaatkan secara optimal. Selain itu, Desa Tanjung Pakis juga menjadi lokasi landing station Sistem Komunikasi Kabel Bawah Laut (SKKL) Echo yang dibangun bersama oleh Meta, Google, dan XL Axiata.

Pada tahap awal ini, Program DDN akan membangun fasilitas umum, instalasi sarana dan prasarana digital, hingga donasi. Fasilitas umum berupa WiFi akan dipasang di titik strategis di seputar desa. Kualitas internet di daerah ini sudah sangat baik dengan dukungan BTS 4G di sekitar desa. Jangkauan sinyal 4G XL juga mencapai area di sepanjang pantai Tanjung Pakis yang merupakan salah satu destinasi wisata warga Karawang.

Program DDN juga meliputi perbaikan Pesantren Al Ibtida yang terletak di Karawang, dengan harapan pesantren akan menjadi lebih nyaman sebagai tempat belajar mengajar. Dari segi donasi, XL Axiata juga memberikan donasi router dan kuota internet gratis selama satu tahun serta 15 laptop bagi enam sekolah mulai dari SD, SMP, hingga pondok pesantren. Donasi ini diharapkan dapat mempercepat peningkatan literasi digital serta meningkatkan kualitas proses belajar mengajar.

Aktivitas dari program DDN akan bersifat edukasi untuk meningkatkan literasi digital warga, salah satunya berupa Kelas Inkubasi Sisternet bagi warga perempuan pelaku UMKM yang dibimbing oleh fasilitator sisternet yang sudah bersertifikat. Kelas ini akan memberikan pengetahuan dan bimbingan dalam pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatan pengelolaan bisnis, produktivitas, hingga pemasaran produk. 

Selain itu juga ada edukasi dan sosialisasi pemanfaatan aplikasi Laut Nusantara dengan fitur yang bisa menunjukkan titik-titik lokasi keberadaan ikan sehingga memudahkan nelayan dalam menangkap ikan di laut. Edukasi dan sosialisasi tersebut akan terdiri dari tiga sesi untuk warga yang bermata pencaharian sebagai nelayan, yaitu meliputi penggunaan aplikasi untuk mendukung kegiatan melaut, diversifikasi usaha nelayan, serta pengenalan alat tangkap ramah lingkungan. Pihak XL juga akan memberikan bantuan perangkat gadget untuk mengakses aplikasi Laut Nusantara.

Sementara untuk pelajar setempat, akan digelar kelas kepemimpinan dengan mengadopsi materi pembelajaran dari XL Axiata Future Leaders (XLFL), serta melibatkan sejumlah alumni dan fasilitator XLFL sebagai pemateri. Kelas ini akan mengambil topik tentang pentingnya melanjutkan pendidikan hingga ke jenjang perguruan tinggi.

Program DDN ini dirancang untuk dapat direplikasi ke daerah-daerah lainnya di Indonesia, sehingga dapat menjadi program yang berkelanjutan dari XL Axiata dalam ikut serta membangun masyarakat Indonesia yang lebih digital. 

Sembilan Ponsel Xiaomi Segera Nikmati Fitur Baru MIUI 13

Sistem operasi versi terbaru dari xiaomi, MIUI 13, dipastikan akan dirilis sebelum akhir 2021. Meski belum ada jadwal spesifik untuk peluncurannya, namun pihak Xiaomi sudah mengungkapkan daftar ponsel yang pertama akan menerima update sistem operasi tersebut.

 

Berdasarkan laporan sebelumnya, kelebihan yang dimiliki oleh MIUI 13 adalah peningkatan performa dan antarmuka yang baru. Salah satu fitur yang disebutkan yaitu fitur Always On Display. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk melihat tanggal, jam, dan notifikasi tanpa harus membuka kunci atau menyalakan layar perangkat terlebih dahulu. MIUI 13 juga akan menghadirkan peningkatan panel notifikasi untuk media sosial. Hal ini berfungsi dalam memudahkan dan mempercepat pengguna untuk membalas pesan dari aplikasi messenger, manajemen notifikasi dan efek drawer pada notifikasi.

 

Selain itu, Xiaomi juga menyiapkan tool sehingga pengguna dapat mendesain live wallpaper sendiri dengan foto dan video milik mereka, seperti yang dimiliki oleh ponsel keluaran Apple. Animasi antar muka juga dioptimalkan pada MIUI 13. Versi baru MIUI ini mendapatkan beberapa keunggulan Android 12, termasuk tema berbasis wallpaper, serta dapat menghadirkan animasi yang lebih halus dan lebih alami ke seluruh antarmuka. Akan tersedia juga desain baru untuk ikon sistem serta tema baru.

 

MIUI 13 juga akan hadir dengan optimalisasi daya pada smartphone, yaitu dengan mengoptimalkan antarmuka secara keseluruhan untuk mengurangi tingkat konsumsi daya. Fitur ini juga menawarkan beberapa mode baterai yang dapat dipilih oleh pengguna.

 

Opsi privasi lanjutan juga merupakan peningkatan yang akan tersedia pada MIUI 13. Selama ini MIUI menayangkan iklan dalam user interface yang menimbulkan kritikan karena adanya keraguan pada privasi pengguna. Dengan MIUI 13, pengguna dapat mengatur privasi lanjutan di perangkatnya.

 

Fitur terbaru yang juga disebut-sebut akan dibawa MIUI 13 yaitu MIUI Pure Mode. Fitur ini merupakan sebuah sistem keamanan di mana pengguna tidak dapat sembarangan menginstal aplikasi dari pihak ketiga di luar toko resmi yang tersedia pada perangkat tersebut yakni Google Play Store. Kendati demikian, pengguna tetap dapat menonaktifkan fitur tersebut.

 

Berdasarkan informasi yang diunggah oleh Xiaomiui, MIUI 13 versi stabil sudah disiapkan untuk sembilan ponsel premium Xiaomi dan Redmi, tapi masih untuk wilayah China. Daftar sembilan ponsel tersebut yaitu :

  • Xiaomi Mi Mix 4
  • Xiaomi Mi 11 Pro / Mi 11 Ultra
  • Xiaomi Mi 11
  • Xiaomi Mi 11 Lite 5G
  • Xiaomi Mi 10S
  • Redmi K40
  • Redmi K40 Pro / Redmi K40 Pro++

 

Selain kesembilan ponsel tersebut, deretan ponsel Xiaomi lainnya akan menerima update MIUI 13 pada tahun 2022. Biasanya versi China memang akan keluar pertama, kemudian diikuti oleh versi global dalam beberapa minggu kemudian. MIUI 13 akan didistribusikan ke ponsel yang menjalankan Android 11 dan Android 12. 

 

Xiaomi sendiri menduduki posisi ketiga vendor smartphone dunia pada kuartal III tahun 2021, di bawah Samsung dan Apple. Sebelumnya Xiaomi berada di peringkat kedua pada kuartal II, namun posisinya digeser oleh Apple setelah kemunculan iPhone 13 pada November ini. Vendor asal China tersebut menguasai pangsa pasar sebesar 14 persen dengan total 44 juta unit yang dikirimkan. 

 

Di pasar Indonesia sendiri, Xiaomi selalu masuk ke dalam peringkat lima besar smartphone sejak tahun 2020 dan berhasil menduduki posisi pertama pada kuartal II tahun 2021 kemarin. Namun posisinya digeser oleh Oppo di kuartal III ini, bahkan turun sampai ke posisi empat.

Perkembangan Ponsel dari Masa ke Masa

Telepon genggam alias telepon seluler atau yang biasa disebut dengan ponsel, kini menjadi benda yang keberadaannya tidak dapat dipisahkan dengan keseharian manusia. Ponsel yang kini telah berkembang menjadi ponsel pintar nyatanya memang mendukung berbagai aspek kehidupan. Mulai dari komunikasi, belajar, bekerja, perencanaan keuangan, hiburan, travelling, hingga olahraga, semuanya dapat diatur dalam satu gawai bernama ponsel. Apalagi sejak pandemi Covid-19 yang memaksa manusia untuk melakukan sebagian besar aktivitas dari rumah, tentunya keberadaan ponsel pintar sangatlah membantu.

Fungsi ponsel saat ini memang sudah jauh lebih luas dibandingkan ketika pertama kali ponsel ditemukan. Nah, bagaimanakah perkembangan ponsel dari masa ke masa hingga menjadi ponsel pintar seperti yang saat ini kita ketahui? Berikut ringkasannya.

Ponsel Pertama

Ponsel pertama kali ditemukan oleh Martin Cooper, yaitu seorang karyawan Motorola, pada tahun 1973. Ponsel tersebut diproduksi dengan biaya sekitar US$ 1 juta dan berhasil diselesaikan dengan berat 800 gram. Kemudian pada tahun 1983, ponsel pertama kali dijual, yakni Motorola DynaTAC 8000X dengan harga US$ 4000.

Tokoh lain dalam penemuan ponsel adalah Amos Joel Jr, seorang pakar switching kelahiran Philadelphia, 12 Maret 1918. Amoes Joel Jr membuat sistem penyambung atau switching telepon genggam, yang bekerja ketika pengguna ponsel berpindah dari satu sel ke sel lain agar pembicaraan tidak terputus.

 

Perkembangan Teknologi Ponsel

Generasi I

Telepon genggam yang ditemukan oleh Cooper disebut telepon genggam generasi pertama atau 1-G. Salah satu kekurangan generasi 1-G adalah ukurannya yang terlalu besar dikarenakan keperluan tenaga serta performa baterai yang belum cukup baik, sehingga kurang nyaman dipegang. Kekurangan lainnya yaitu terbatasnya mobilitas pengguna hanya pada jangkauan area ponsel ketika melakukan panggilan.

Generasi II

Tahun 1990 merupakan tahun kemunculan generasi kedua atau 2-G. Teknologi 2G yang digunakan di Amerika adalah CDMA, sementara di Eropa menggunakan teknologi GSM. Pada generasi ini, sinyal analog sudah diganti dengan sinyal digital sehingga ponsel dilengkapi dengan pesan suara, panggilan tunggu, dan SMS. Ukuran ponsel pun sudah lebih kecil karena kebutuhan tenaga dan baterainya yang lebih kecil, serta menggunakan teknologi chip digital. Keunggulan lainnya adalah sinyal radio yang lebih rendah sehingga mengurangi efek radiasi bagi pengguna.

Generasi III

Generasi 3G mulai diluncurkan pada tahun 2003, dan merupakan awal kemunculan smartphone, yaitu ponsel yang dilengkapi dengan sistem operasi sehingga membuat fitur di dalamnya semakin lengkap menyerupai komputer personal. Sistem operasi yang digunakan antara lain Symbian, iOS, Windows Mobile, dan Android. Generasi 3G juga memberikan jangkauan yang lebih luas termasuk Internet.

Generasi IV

Fourth Generation atau 4G mengintegrasikan teknologi nirkabel yang sudah ada sebelumnya. Generasi ini memberikan penggunanya jangkauan global, kecepatan, kualitas, dan fleksibilitas sehingga pengiriman data dapat dilakukan dengan lebih cepat.

Generasi V

Generasi kelima atau 5G disebut sebagai fase berikutnya dari standar komunikasi seluler. Teknologi ini secara resmi dirilis pada tahun 2020. 5G dirancang untuk meningkatkan kecepatan serta fleksibilitas layanan nirkabel. Teknologi ini dapat memberikan kecepatan hingga 10 kali lipat lebih cepat daripada jaringan 4G. Manfaat lainnya bagi pengguna Internet antara lain ketersediaan dan kapasitas data yang besar, kualitas video call yang lebih lancar dan jernih, kecepatan download yang tinggi, serta streaming video tanpa lag dengan kualitas yang tinggi. Di Indonesia, teknologi 5G telah ditawarkan oleh beberapa operator seluler, yakni Telkomsel, Indosat Ooredoo, dan XL Axiata. Meskipun begitu, layanan ini baru bisa dinikmati di beberapa kota saja. 

Fakta Menarik untuk Pengguna Internet di Indonesia: Jaringan 5G, 4G, dan Operator Tercepat

Indonesia merupakan salah satu negara dengan populasi terbesar di dunia. Hal ini membuat negara kita menjadi pasar yang potensial untuk penggunaan internet. Apalagi sejak pandemi di tahun 2020, pengguna dan pemakaian meningkat pesat.

Selain untuk komunikasi, internet juga menjadi kebutuhan sehari-hari untuk bekerja dan belajar. Semua operator pun berlomba untuk menyediakan layanan data internet yang berkualitas dan tetap terjangkau.

Selain untuk menunjang produktivitas, dengan adanya pembatasan kegiatan masyarakat akhir-akhir ini, pemakaian internet semakin meluas. Saat masyarakat dihimbau untuk tidak keluar rumah, tentu internetlah yang menjadi kegiatan dan hiburan di rumah. Baik itu untuk mencari informasi terbaru dan aktual, atau untuk hiburan seperti menonton video atau mendengarkan musik.

Karena bertemu teman dan kerabat yang jauh semakin sulit, maka komunikasi dengan HP sudah menjadi kebutuhan. Layanan video call pun digunakan hampir setiap hari.

Bagaimana sebenarnya perkembangan penggunaan internet di Indonesia? Coba simak beberapa faktanya berikut ini:

Coverage internet di Indonesia hanya 54%

Meskipun saat ini hampir semua hal tidak dapat lepas dari internet, faktanya banyak daerah di Indonesia yang tidak dapat menikmati layanan internet dengan baik. Sebuah laporan bank dunia menunjukkan bahwa coverage internet 4G di Indonesia hanya sekitar 54%. Hal ini menunjukkan bahwa masih banyak daerah di Indonesia yang tidak dapat menikmati koneksi internet yang cukup lancar.

Jika dibandingkan dengan negara tetangga seperti Singapura dengan tingkat coverage internet 4G mencapai 132%, Malaysia 102% dan Thailand 88%, jelas kita sedikit tertinggal.

Padahal saat ini beberapa negara bahkan sudah menggunakan jaringan 5G secara luas. Jika angka penetrasi jaringan 4G saja masih sedikit tertinggal, bagaimana dengan jaringan 5G di Indonesia?

Jaringan 5G sendiri baru saja dirilis beberapa operator seperti Telkomsel, Indosaat Ooredoo dan XL Axiata pada tahun 2020. Itupun jaringan 5G ini hanya dapat diakses di beberapa kota besar tertentu saja di Indonesia.

Banyaknya pengguna internet di Indonesia

Indonesia merupakan negara dengan pengguna internet terbesar ketiga di dunia. Sebuah survey yang dilakukan oleh Internetwordstats menunjukkan bahwa pengguna internet di Indonesia mencapai 212,35 jiwa pada Maret 2021.

Sementara  itu survey lainnya yang dilakukan oleh Hootsuite dan WeAreSocial pada Januari 2021 menunjukkan pengguna internet di Indonesia mencapai 202,6 juta jiwa, atau sebanyak 73% dari populasi di Indonesia.

Namun sayangnya, menurut Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), persebaran pengguna internet masih belum merata.

Saat ini, pengguna internet terbesar ada di pulau Jawa, dengan persentase 48% dari total pengguna internet di Indonesia. Salah satu area yang masih jarang pengguna internetnya adalah Papua. Persentase masyarakat Papua yang sering menggunakan internet hanya 2,2% saja.

Apa operator tercepat di Indonesia?

Kualitas koneksi internet tentu tak lepas dari kualitas layanan operator. Sebuah survey yang dilakukan oleh Ookla menunjukkan bahwa operator yang memiliki kecepatan internet tertinggi di Indonesia adalah BizNet dengan speed score 42,17 dan dengan kecepatan download sebesar 25 Mbps dan upload 3 Mbps.

Untuk kategori mobile broadband, Ookla mengungkapkan bahwa Telkomsel yang menjadi juara dengan speed score 30,49. Salah satu operator terbesar di Indonesia ini memiliki waktu laten paling rendah 30 ms, dan skor konsistensi tertinggi sebesar 85,7%. Sementara itu kecepatan download oleh Telkomsel tercatat minimal 5 Mbps dan kecepatan upload minimal 1 Mbps.

Wajib Tahu: Inilah Tips Aman Memakai Pembayaran Digital

Penggunaan pembayaran digital kini semakin meningkat saja sejak pandemi. Mini market dan pasar swalayan pun kini lebih mengutamakan pembayaran digital untuk mengurangi kontak langsung. Transaksi belanja online semakin meningkat karena adanya pembatasan untuk pergi ke tempat umum. Hasilnya, semakin banyak yang menggunakan dompet digital untuk transaksi pembayaran.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Kaspersky menunjukkan peningkatan pemakaian pembayaran digital di Asia Pasifik selama pandemi mencapai 15%. Di Indonesia sendiri, pengguna baru dompet digital dari berbagai platform mencapai 13%. Angka ini sama dengan pengguna baru pembayaran digital di Thailand. Sementara itu angka tertinggi pengguna baru dompet digital adalah Filipina dengan persentase 37%.

Meskipun dompet digital adalah cara pembayaran yang dianjurkan untuk mengurangi kontak fisik, dan dapat menjadi satu-satunya cara pembayaran saat seseorang sedang dalam karantina karena Covid-19, namun tidak dipungkiri di Indonesia masih banyak yang lebih memilih pembayaran dengan uang tunai.

Masyarakat masih meragukan keamanan uang dan data keuangan yang tersimpan para platform pembayaran digital. Namun sebenarnya, asal dilakukan secara aman dan benar, pembayaran digital tidak perlu diragukan keamanannya. Agar yakin aman saat melakukan pembayaran digital, ini dia tipsnya.

Gunakan perangkat pribadi

Untuk alasan keamanan, sebaiknya selalu gunakan perangkat pribadi Anda saat melakukan pembayaran digital. Baik itu dengan HP atau laptop, pastikan untuk tidak memakai perangkat orang lain atau pinjaman. Hal ini dilakukan untuk mencegah kebocoran data rahasia seperti PIN atau password pada akun pembayaran online. Karena dikhawatirkan password atau PIN dapat tersimpan pada HP yang digunakan. Karena itu, pastikan saat melakukan pembayaran online untuk hanya menggunakan perangkat milik pribadi.

Gunakan internet pribadi

Sebaiknya gunakanlah akses internet pribadi saat melakukan transaksi pembayaran secara digital. Anda dapat memakai paket data seluler atau WiFi pribadi, bukan WiFi di tempat umum. Pemakaian akses internet dengan WiFi di tempat umum dapat menyebabkan kebocoran data, karena belum tentu aman.

Menjaga kerahasiaan PIN dan OTP

Pembayaran secara digital memerlukan PIN atau ada juga yang memakai one time password atau OTP. Ini adalah informasi rahasia yang tidak boleh Anda bagikan kepada siapapun. Simpan baik-baik kerahasiaan PIN dan OTP Anda, dan pastikan untuk tidak memberitahu informasi ini kepada siapapun, termasuk kepada pihak yang mengaku dari provider dompet digital yang digunakan. Pihak provider dompet digital Anda tidak akan meminta untuk menginformasikan atau mengirimkan PIN atau OTP Anda.

Waspada terhadap penipuan

Penipuan banyak sekali macamnya. Pembayaran digital banyak sekali dimanfaatkan oleh para penipu. Salah satu modusnya adalah dengan menelepon korban dan mengaku sebagai karyawan dari platform pembayaran digital yang digunakan. Kemudian, pelaku kriminal akan menanyakan PIN atau OTP korban. Jangan sampai lengah, dan tetap waspada. Ingat, PIN atau OTP Anda tidak boleh dibagikan kepada pihak luar dengan alasan apapun. Begitu memperoleh informasi rahasia seperti PIN, password, atau OTP, penipu akan dengan mudah untuk membobol dompet digital Anda.

Itulah beberapa tips yang perlu Anda perhatikan agar tetap aman saat bertransaksi secara digital. Pemakaian dompet digital diciptakan untuk mempermudah kita. Asalkan selalu dilakukan dengan cara yang aman dan paham informasi yang benar, tidak perlu ada ketakutan untuk memakai dompet digital.

Xiaomi Luncurkan Ponsel Tipis dengan Tebal 7 Milimeter

Salah satu kualitas yang dicari para pengguna ponsel adalah kemudahan dan kenyaman saat memegang atau membawa ponsel. Karena itu ponsel dengan ketebalan yang minimal cukup banyak dicari, karena lebih praktis saat dibawa. Xiaomi menjawab kebutuhan konsumen ini dengan meluncurkan Xiaomi Civi, ponsel tipis dari Xiaomi dengan hanya setebal 7 mm saja.

Xiaomi Civi baru saja diumumkan oleh juru bicara Xiaomi minggu ini. Kabarnya ponsel tipis ini akan segera mulai diluncurkan dalam beberapa hari ke depan. Sambil menunggu tanggal rilisnya di Indonesia, mari kita intip dulu apa saja yang dimiliki Xiaomi Civi ini.

Rebranding Xiaomi CC

Xiaomi sebelumnya pernah mengeluarkan lini smartphone tipis juga, yaitu Xiaomi CC. Xiaomi CC rilis pada tahun 2019. Pada saat peluncurannya, CEO Xiaomi mengartikan CC sebagai “Colorful & Creative”. Lalu nama ini dikembangkan menjadi “Chic & Cool”. Sesuai dengan namanya, smartphone Xiaomi CC memiliki banyak varian warna yang cerah dan cocok digunakan untuk pengguna muda.

Sebagai penerus Xiaomi CC, Xiaomi Civi juga memiliki pilihan warna yang cerah, yaitu pink muda, biru muda, dan hitam. Desainnya pun terkesan muda dan ceria dengan sentuhan glitter, dan finishing matte.

Xiaomi CC memiliki desain yang tipis dan compact pada masanya, dengan ketebalan 8,7 mm. Tidak jauh berbeda dengan pendahulunya, Xiaomi Civi juga hadir dengan desain yang cerah dan juga mengusung fitur utama ponsel tipis dengan ketebalan 7 mm. 

Tentu saja Xiaomi Civi telah memiliki beberapa keunggulan jika dibandingkan dengan Xiaomi CC, terutama perbaikan dalam hal kameranya.

Fitur kamera yang mumpuni

Kamera tentu menjadi fitur yang paling utama, terutama bagi gen Z. Karena itu, Xiaomi Civi dibekali dengan fitur kamera yang tak main-main. Kamera belakangnya berupa triple kamera dengan resolusi 64 MP, 8 MP ultra wide dengan bidang pandang 120 derajat, dan macro 2 MP.

Cocok sekali untuk yang aktif di sosial media, bagi blogger, atau vlogger. Kamera belakang dilengkapi dengan dual LED dual tone flash, HDR, dan panorama. Xiaomi Civi juga sudah dapat merekam video dengan kualitas 4K.

Kamera selfie ponsel ini juga tak kalah tangguh. Dengan resolusi 32 MP dan dengan fitur HDR dan panorama, tentu hasil jepretan kamera selfie pun jadi instagrammable.

Spesifikasi layar

Xiaomi Civi didukung dengan layar lebar 6,55 inci dengan panel OLED yang akan memudahkan pengoperasian dan mantap untuk dipakai main game atau menonton video. Pengalaman bermain game atau menonton video terasa lebih menyenangkan dengan layar beresolusi 1080 p+ dan juga dengan fitur Dolby Vision. 

Layar Xiaomi Civi memiliki kecerahan hingga 950 nit. Dengan refresh rate 120 Hz, ponsel ini dapat menjadi pilihan yang patut diperhitungkan.

Baterai dan prosesor

Xiaomi Civi dibekali dengan baterai berkapasitas 4.500 mAh. Dengan kapasitas ini, baterai dapat tahan untuk digunakan selama 24 jam. Ponsel ini juga telah memiliki fitur fast charging 55 watt. Untuk pengisian daya hingga penuh, diklaim hanya akan membutuhkan waktu 45 menit saja.

Untuk prosesor, Xiaomi Civi menggunakan chip Snapdragon 778 G dengan empat inti Cortex-A78 dan GPU Adreno 642L. Ponsel ini juga telah memiliki modem 5G.

Uji Kekuatan Samsung Galaxy Z Fold 3: Apa yang Terjadi Jika Dijatuhkan dari Ketinggian?

Jika Anda memiliki budget lebih untuk membeli smartphone, Samsung Galaxy Z Fold 3 bisa menjadi pilihan yang layak dipertimbangkan. Ponsel lipat Samsung yang baru saja rilis sebulan yang lalu ini memiliki segudang fitur untuk mendukung produktivitas dan aktivitas sehari-hari Anda.

Berbagai fitur yang canggih ini tentu ada harganya. Ponsel lipat Samsung ini dapat dimiliki dengan harga sekitar 25 juta rupiah. Namun tentu saja ada harga ada kualitas pula. Samsung Galaxy Z Fold 3 memiliki fitur tahan air dengan sertifikasi IPX8. Jadi Anda bisa tetap aman memakai ponsel ini meskipun saat hujan atau dalam keadaan yang banyak cipratan air. Tak hanya cipratan air, pengujian untuk sertifikat IPX8 dilakukan dengan merendam ponsel ini di dalam air tawar pada kedalaman 1,5 meter selama 30 menit. Tentu saja setelah pengujian ini Samsung Galaxy Z Fold 3 tetap stabil.

Untuk mendukung fitur anti air ini, Samsung Galaxy Z Fold3 memiliki perlindungan dari celah-celah pada ponsel yang dapat menyebabkan masuknya air, sehingga komponen elektronik dalam ponsel tetap terlindungi meskipun terendam. Komponen engsel ponsel ini juga memiliki lapisan anti karat.

Selain anti air, ponsel Samsung Galaxy Z Fold 3 juga diklaim memiliki kekuatan yang luar biasa terhadap guncangan. Jadi cocok sekali bagi yang sering menjatuhkan ponselnya. Samsung Galaxy Z Fold 3 memiliki frame dan engsel yang terbuat dari material Aluminium Armor yang memiliki ketangguhan yang tinggi. Dengan material ini, ponsel ini diklaim 10% lebih kuat jika dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Sementara itu pada bagian layarnya memiliki lapisan pelindung berjenis PET yang diklaim 80% lebih kuat dari generasi sebelumnya.

Untuk menguji apakah Samsung Galaxy Z Fold 3 ini setangguh yang diklaimkan, maka PhoneBuff telah melakukan drop test atau uji jatuh terhadap ponsel ini. Drop test ini dilakukan dengan menggunakan alat khusus yang menjatuhkan ponsel pada ketinggian tertentu di atas lantai beton. Drop test ini dilakukan untuk menguji kekuatan Samsung Galazy Z Fold 3 dan mengevaluasi kerusakan yang terjadi setelah uji jatuh tersebut.

Pengujian drop test pada Samsung Galaxy Fold Z telah dilakukan dari dua ketinggian, yaitu dari ketinggian 1 m dan 1,5 m di atas lantai beton. Uji jatuh juga dilakukan dengan berbagai posisi jatuh, yaitu dijatuhkan dalam posisi ponsel tertutup dengan menghadap ke bawah, dijatuhkan dalam posisi engsel terbuka, dan dijatuhkan dalam posisi layar menghadap ke bawah.

Setelah dijatuhkan berkali-kali dengan berbagai posisi tersebut, ternyata Samsung Galaxy Z Fold 3 tidak mengalami kerusakan yang berarti. Setelah dijatuhkan beberapa kali dari ketinggian 1 m, terlihat ada sedikit lecet pada bagian engsel karena benturan dengan lantai beton yang kasar. Tetapi punggung ponsel ini masih terlihat kokoh. 

Setelah dijatuhkan pada posisi engsel menghadap ke bawah, engsel terlihat sedikit lecet namun masih dapat berfungsi dengan baik. Begitu juga setelah dijatuhkan pada posisi layar menghadap ke bawah, ponsel masih dapat berfungsi dengan baik, hanya terdapat sedikit lecet pada bagian-bagian tertentu.

Uji jatuh pun dilanjutkan dengan menjatuhkan ponsel ini pada posisi terbentang dari ketinggian 1,5 m dari posisi depan dan belakang. Ternyata kaca monitor masih kokoh dan tidak retak, hanya terdapat sedikit goresan, dan tetap dapat digunakan dengan baik.

Dari hasil pengujian ini, setelah dijatuhkan berkali-kali dalam berbagai posisi pada ketinggian 1 m dan 1,5 m, Samsung Galaxy Z Fold 3 masih dapat berfungsi dengan baik, engsel dapat berfungsi baik, dan layar tidak retak, hanya terdapat beberapa goresan pada bagian yang terbentur permukaan kasar.

Inilah Alasan Ponsel Bisa Meledak

Pernahkah Anda mendengar atau melihat ponsel yang karena sebab tertentu menjadi terbakar dengan sendirinya atau bahkan meledak? Bagi yang belum pernah mendengarnya, ponsel yang tiba-tiba terbakar atau meledak sendiri dapat terjadi di kehidupan nyata, tidak hanya di film-film.

Misalnya baru-baru ini ada peristiwa ponsel dalam kabin pesawat maskapai AS, Alaska Airlines, yang tiba-tiba terbakar. Peristiwa semacam ini sudah sering terjadi sebelumnya, dan telah terjadi pada berbagai merek ponsel. Apa penyebabnya?

Umumnya ponsel dapat terbakar dengan sendirinya atau meledak karena tingginya suhu pada salah satu bagian ponsel. Bagaimana ini dapat terjadi? Simak beberapa penyebab ponsel dapat terbakar sendiri berikut ini.

  • Ponsel yang retak

Karena sering jatuh atau terbentur, dapat terjadi keretakan pada ponsel. Keretakan ini dapat menjadi berbahaya. Retak pada ponsel dapat menjadi jalan masuk air atau keringat ke bagian dalam ponsel, bahkan air bisa masuk sampai ke dalam kompartemen baterai.

Adanya air yang masuk melalui retakan ini dapat menyebabkan konslet pada ponsel yang akhirnya dapat memicu terjadinya percikan api.

  • Charger dengan kualitas rendah

Saat ini banyak charger yang dijual dengan harga yang murah. Padahal, sebaiknya ponsel menggunakan charger yang original, agar sesuai dengan spesifikasi yang diperlukan. Menggunakan charger yang abal-abal dapat menimbulkan resiko ponsel menjadi panas, bahkan dapat terbakar hingga meledak.

  • Terlalu lama mencharge ponsel

Mengisi daya baterai ponsel yang terlalu lama dapat menyebabkan ponsel menjadi terlalu panas, sehingga beresiko terbakar atau meledak. Karena itu, sebaiknya Anda tidak mencharge ponsel semalaman. Saat baterai ponsel sudah mencapai 100%, sebaiknya langsung cabut charger Anda. Energi yang berlebih dari proses charging dapat menyebabkan suhu ponsel menjadi semakin tinggi.

Disarankan untuk mencharge ponsel Anda saat baterai tinggal 30%. Saat baterai sudah 90%, sebaiknya cabut charger Anda untuk mencegah proses charging yang berlebihan.

  • Suhu panas

Hindari suhu panas dari ponsel Anda, karena hal ini dapat memicu terbakarnya ponsel atau bahkan meledak. Misalnya jika Anda meninggalkan ponsel di dalam mobil yang diparkir di bawah terik matahari. Atau jika Anda meletakkan ponsel dekat dengan alat elektronik yang menghasilkan panas. Apalagi jika ponsel ditinggalkan di tempat panas dan pada kondisi dicharge. Usahakan untuk selalu menggunakan ponsel pada suhu ruang, dan berhenti menggunakan atau mencharge ponsel saat suhunya menjadi semakin panas.

  • Memakai adaptor mobil yang tidak stabil

Saat kehabisan baterai ponsel saat sedang berkendara, tentu hal praktis yang dapat dilakukan adalah mencharge ponsel dengan menggunakan adaptor mobil. Namun hati-hati, karena tidak semua adaptor mobil dapat memberikan daya yang stabil untuk mencharge ponsel. Adaptor yang kurang baik kualitasnya dapat memicu lonjakan daya yang berlebih, sehingga dapat menyebabkan ledakan pada ponsel yang sedang dicharge.

  • Menindih ponsel dengan benda berat

Menindih ponsel dengan benda berat dapat menyebabkan tekanan yang berlebihan pada ponsel. Apalagi jika ponsel sedang dicharge. Suhu yang lebih tinggi ditambah dengan tekanan yang berlebihan dapat memicu terjadinya ledakan pada ponsel.

Teknologi TWS yang Semakin Banyak Diminati

Saat ini, earbud TWS (True Wireless Stereo) semakin banyak diminati saja. Memakai earbud TWS memang lebih praktis tanpa harus ribet dengan kabel. Suara yang dihasilkan pun tidak kalah bagus dengan headphone untuk mendengarkan musik. Earbud TWS juga umumnya memiliki fitur noise cancelling yang dapat meredam suara bising dari sekitar, sehingga mendengarkan musik atau bermain game pun lebih seru.

Tentang teknologi TWS

Sesuai dengan namanya, TWS atau True Wireless Stereo merupakan jenis in-ear headphone yang tidak memerlukan sambungan kabel dengan perangkat. TWS umumnya bekerja dengan koneksi bluetooth yang menghubungkannya dengan perangkat lain seperti smartphone atau laptop.

TWS akan terhubung dengan speaker utama dari smartphone atau laptop. Meskipun headset bluetooth sudah terkenal sejak dekade yang lalu, namun kualitas suara yang dihasilkan oleh TWS jauh lebih mantap jika dibandingkan dengan headset bluetooth konvensional.

TWS lebih praktis dan nyaman digunakan

Mengapa semakin banyak yang melirik TWS? Keunggulan TWS yang utama adalah sangat praktis. Anda tak perlu ribet dengan kabel. Cukup menggunakan koneksi bluetooth, Anda tetap terhubung dengan audio smartphone dalam jarak 10 meter.

TWS umumnya berbentuk earbud, atau menempel pada lubang telinga saat digunakan. Jadi perangkat ini akan tetap nyaman saat digunakan beraktifitas seperti saat berolahraga, jogging, atau saat berada di tempat umum.

Fitur suara yang mantap

Bagi yang suka mendengarkan musik, earbud TWS juga bisa menjadi pilihan perangkat favorit Anda. Saat ini earbud TWS dilengkapi dengan berbagai fitur untuk mengoptimalkan suara yang dihasilkan oleh earbud. Suara bass dapat terdengar lebih jelas dan musik lebih jernih. Earbud TWS juga umumnya memiliki fitur noise cancellation yang membuat penggunanya bebas dari suara bising dari sekitar. 

Earbud TWS juga umumnya dilengkapi dengan built-in microphone, sehingga dapat digunakan untuk menerima panggilan, dan nyaman untuk dipakai main game online.

Berbagai fitur pendukung lain

Semakin canggih earbud TWS, fitur pendukung yang melengkapi fungsinya pun semakin banyak. Mulai dari desain yang dibuat semakin nyaman dan ergonomis, kapasitas baterai yang lebih kuat, hingga fitur dust resistant dan water resistant, sehingga Anda tak perlu khawatir saat memakai earbud TWS untuk aktivitas outdoor atau saat berolahraga dan berkeringat.

Apa saja kekurangan TWS?

Terlepas dari semua fitur dan keunggulan yang dimilikinya, earbud TWS juga memiliki beberapa kekurangan jika dibandingkan dengan jenis headphone lain. Kekurangan pertama, seperti model headset bluetooth lainnya, ada sedikit delay suara antara sumber suara misalnya handphone, dengan suara yang terdengar pada earbud. Jadi meskipun earbud asyik untuk mendengarkan musik, saat digunakan untuk menonton film atau video akan ada jeda sepersekian detik saat aktor mengucapkan dialognya.

Lalu earbud TWS juga memiliki maksimal jangkauan, yaitu 10 m. Jadi Anda tetap perlu membawa perangkat Anda tak jauh dari earbud yang Anda pakai.